|
Selamat petang Zeltha,
Sudah berapa lama kau coba mengepakkan sayapmu yang jelas-jelas masih rapuh? Sudah berapa jiwa yang telah berhasil kau lindungi dengan sayap sucimu itu? Atau mungkin malah, "baru berapa jiwa?" itu pertanyaan yang lebih tepat?
Jika memang seperti itu... Ya...Sudahlah. Karena memang terkadang (atau malah sering) keberadaan jabang bayi baru seperti engkau, dipandang sepertiga mata adalah sebuah tindakan yang masih dalam kewajaran Karena bagaimanapun tingginya awan di atas langit kedua belum pernah engkau hirup harum dan busuknya.
Untuk kali ini saja kuperingatkan engkau! "Jangan sekali-kali menganggap bahwa dengan dielukan seribu manusia adalah sebuah kemuliaan!"
Kuharap kau akan segera mengerti, suatu saat nanti. Ada yang memang harus ditinggalkan jauh-jauh dari sekedar menerima pemujaan, Pemujaan hanya milik Dia, sama sekali bukan milik engkau. Kalau kau kira aku sedang mengoceh tak berarti... Maka tunggu saja... "Saat" itu PASTI datang didepan hidungmu.
Selamat petang, selamat berjuang Zeltha. Aku, yang mencintaimu |