Thursday, February 28, 2008 - Jakarta Bakal Dilanda Air Pasang 3 Meter
Seorang ahli tata air dari Belanda Aart R Van Nes memperkirakan Jakarta
akan mengalami banjir air pasang laut hingga ketinggian 3 m pada 4 Juni
2008.
Prediksi tersebut berdasarkan analisis yang mengacu pada keberadaan
matahari dan bulan. "Air pasang bakal terjadi di Jakarta bagian utara
hingga ketinggian 3 m pada Juni 2008," kata Nes, usai menemui Wakil
Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Prijanto, di Balai Kota Jakata, Kamis
(6/12).
Menurut konsultan dari Belanda tersebut, meningkatnya ketinggian air
tersebut merupakan sirklus 18,5 tahunan. Ketika itu, antara matahari
dan bulan berad adalam satu garis lurus. Karenanya, Nes menyarankan
agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan sistem
informasi terhadap masyarakat. Apabila informasi terkoordinasi dan
cepat diterima masyarakat, diharapkan dampak buruk banjir dapat
diminimalisasi, kata Nes bersama Jakarta Flood Team (JFT).
Soal itu, Wagub Prijanto mengatakan, informasi yang dikemukakan Nes
tidak ada sesutu yang baru bagi Kota Jakarta. Terutama, rekomendasi
yang diajukan agar warga Jakarta waspada thadap bahaya banjir. Untuk
mengantisipasi banjir pasang air laut, kata Prijanto, Pmprov DKI telah
menyediakan anggaran sebesar Rp 15 miliar.
Dana tersebut dipakai untuk membuat tanggul pengaman. "Kami juga
siapkan perahu karet dan pelaksanaanya sudah tidak sentralisasi lagi,
kilahnya. Tak Butuh Lahan Menurut Aart R Van Nes, untuk mengatasi
banjir di kota Jakarta tidak dibutuhkan pembebasan lahan untuk
pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir.
Hal tersebut terbukti, apabila saluran drainase di kota Jakarta
berfungsi minimal 50% saja. Karena itu, sedimen yang mengendap di
saluran air harus dikeruk." Kalau sudah memelihara sistem saluran air,
maka tidak lagi dibutuhkan pembebasan tanah," ucapnya. Insiyur Belanda
ini mengakui, proses pengerukan sedimentasi saluran air besar khususnya
tidak mudah dilakukan. Pasalnya, saluran air tersebut melintang di
berbagai tempat dan wilayah daerah lainnya. Karenanya, kata dia, perlu
campur tangan pemerintah pusat.
Guna meningkatkan partisipasi masyarakat, Aart R Van Nes mengaku telah
memiliki proyek percontohan di Kelurahan Petogogan Selatan, jakarta
Pusta dan di Tomang, Jakarta Barat. Di lokasi tersebut, masyarakat
diajak berpartisipasi mengantsipasi bahaya banjir. Dengan demikian
masyarakat mulai terlatih bila banjir tiba. "Masyarakat berpartisipasi
dan selaras dengan lingkungan. Misalnya ketika air yang datang tinggi,
telah terbiasa mematikan listrik dan membantu anak kecil terlebih
dahulu," ucapnya. (har)
Sumber: Investor Daily
hm ... tenggelamlah jakarta ... pindahin ibukota ...... http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5105&post=2
|