|
Tips & Tricks Penulis: Ahmad
Suwandi - detikinet
 ilustrasi
(sxc.hu)
Jakarta - Dalam sebuah hosting atau web
server, seringkali ditemui banyak folder-folder. Kebanyakan berupa
folder penyimpanan Content Management System (CMS) atau aplikasi dan
plugins.
Namun, adakalanya juga seorang user
menyimpan data dalam folder di web server atau hosting. Tujuannya,
untuk berbagi file dengan orang lain.
Misalnya, Anda
meletakkan dalam folder Data_Rahasia. Kemudian link atau URL
lokasinya dibagi ke orang lain agar bisa diunduh. Alamatnya adalah
www.webanda.com/Data_Rahasia/.
Fenomena
yang (sayangnya) kerap dilakukan di situs 'pelat merah' ini
sebenarnya sangat beresiko. Bisa jadi, dengan bantuan mesin pencari,
data yang kita simpan diambil oleh orang yang tidak diharapkan.
Untuk mencegah hal itu, ada sebuah cara yang bisa digunakan.
Hanya dengan membuat sebuah file sederhana. Sebuah file yang lazim
dikenal dengan nama .htaccess.
Dengan file .htaccess, maka
file dalam folder penyimpanan tidak bisa dibuka melalui browser.
Hanya bisa dibuka menggunakan aplikasi File Transfer Protocol (FTP)
atau melalui fitur File Manager dalam control panel hosting.
Berikut
ini langkah-langkahnya:
Pertama, membuat file
.htaccess.
Bukalah aplikasi editor teks yang
biasa Anda pakai.
Pengguna Windows bisa menggunakan Notepad, pengguna Linux
bisa menggunakan Text Editor atau perintah vi dalam console mode.
Sedangkan pengguna Mac bisa menggunakan TextEdit.
AuthType Basic
AuthName “Test .htaccess”
Require user test
Kedua, upload file .htaccess dalam folder yang ingin Anda
lindungi.
Dalam hal ini di
www.webanda.com/Data_Rahasia/.
Upload biasanya dilakukan
menggunakan FTP.
Setelah selesai, ubah nama file menjadi .htaccess.
Voila! Folder Anda (www.webanda.com/Data_Rahasia/)
sudah tidak bisa diakses sekarang.
Ingin artikel tips &
tricks Anda dimuat di rubrik 'Tips & Tricks' detikINET?
Bergabunglah di thread
khusus di detikINET Forum.
Dapatkan ekstra
maksimal 100 poin bagi yang artikelnya dimuat oleh
detikINET. ( wsh / wsh )
|