TRUSTME.net

• 3/11/2007 - Gunakan 21 Software, Warnet Bisa Lolos Razia




Print E-mail
Tuesday, 10 July 2007

Berita di petik dari : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=166652&c=88

MALANG - Badan Pengurus Nasional Asosiasi Warung Internet Indonesia(BPN Awari) menunjukkan sedikitnya 21 jenis software (perangkat lunak)bebas tak berbayar untuk menjamin keamanan bisnis warnet di KotaMalang. Bagi pebisnis pemula, modal 21 jenis software tersebut sudahbisa menopang jalannya bisnis warnet tanpa takut terkena sweepingpetugas kepolisian.

Ketua BPN Awari M. Irwin Day kemarinmengatakan, software tersebut adalah pendukung dari jenis aplikasi yangsering digunakan para user. Mulai aplikasi perkantoran, aplikasigambar, hingga fasilitas multimedia sudah bisa diakses dengan 21software bebas itu.

"Kami telah petakan dan meneliti 21software itu sebagai software opensource. Warnet bisa pakai, pribadipun bisa instal kalau takut terkena razia software ilegal. Polisi puntak bisa berbuat apa-apa," kata Irwin dalam Focus Group Discussiondalam rangka bedah buku panduan berbisnis warnet di Hotel Regent’sPark, kemarin.

Untuk menjalankan 21 software tersebut memangperlu belajar sedikit karena beberapa fiturnya dipandang baru dibandingsoftware yang sudah biasa dipakai. Namun, karena dirancang untukmemudahkan, maka proses belajar tak memerlukan waktu lama. "Hasilnyatak kalah dengan software yang sedang ngetren. Hanya perlu belajarsedikit," saran dia.

Yang juga menjadi poin penting, OperatingSystem (OS) untuk menjalankan 21 software itu mutlak OS legal. Ada duaOS yang sering digunakan. Yakni Windows dan Linux. "OS-ya harus legal.Kalau tidak, percuma yang 21 tadi," katanya.

Sementara, BPNAwari mencatat adanya kenaikan permohonan anggota Awari di Kota Malangpasca sweeping software oleh polisi pertengahan Mei 2007 lalu. Adasetidaknya lima pengelola warnet di Kota Malang yang ingin bergabung.

"Siapa-siapanyasaya lupa. Yang pasti, di Kota Malang para pengelola mulai sadarpentingnya berhimpun setelah digerebek habis-habisan polisi," kataKetua Bidang Organisasi BPN Awari M. Yamin.

Yamin berharap,langkah mereka diikuti pengelola warnet yang lain. Sebab sudah saatnyapengelola warnet sadar perkembangan pesat bisnis warnet harus mulaidibarengi dengan menjalin kekompakan antar-pengelola. Yang terjadi diKota Malang saat munculnya penggerebekan polisi adalah cermin darilemahnya kekompakan antar-pengelola.

Terpisah, DirekturPemberdayaan Telematika Depkominfo RI Bambang Soeprijanto berterimakasih pada pengelola warnet yang menumpahkan unek-uneknya untukmengoreksi buku panduan. Masukan peserta akan dijadikan bahanmelengkapi buku panduan bisnis warnet. Buku itu akan ditetapkan sebagaibuku panduan bisnis warnet nasional. Selain Malang, aspirasi jugadijaring dari pengelola warnet di Jakarta dan Kupang.

"Buku inijuga memuat visi nasionalisme. Dalam mengembangkan informasi melaluiwarnet, orang Indonesia kan bisa memilih menggunakan open source.Selain aman, tidak mahal, beberapa juga karya orang-orang Indonesia"tutur Bambang. (yos)

 

Post A Comment! :: Send to a Friend!

About Me

mudah di jankau oleh masyarakat kramat watu mudah mengakses internet fasilitas ber - AC / lesehan / cafe

Links

• Home
• View my profile
• Archives
• Friends
• Email Me
• My Blog's RSS
• http://natnit.net/warnet/trustme/733/
• http://id.dada.net/rahmat27/

Friends

Entry 6 of 16
Last Page | Next Page

Powered by: Natnit.net Info internet
Lets keep the Internet Fun!!